UJI DUA PIHAK PADA UJI T-TEST



Data:
Data hasil survei terhadap tinggi badan mahasiswa Prodi. Pendidikan Biologi diperoleh sebagai berikut:

No.Sampel
Tinggi Badan
Mhs Pria
Tinggi Badan
Mhs Perempuan
1
165.00
170.00
2
163.00
170.00
3
170.00
165.00
4
160.00
170.00
5
170.00
165.00
6
168.00
157.00
7
172.00
173.00
8
160.00
150.00
9
156.00
160.00
10
175.00
155.00

Pertanyaan:
1)   Buktikan hipotesis penelitian berikut: “tinggi badan mahasiswa pria berbeda dengan tinggi badan mahasiswa perempuan”
2)   Buktikan hipotesis penelitian berikut: “tinggi badan mahasiswa pria lebih tinggi dibandingkan tinggi badan mahasiswa perempuan”
Catatan: untuk pengujian gunakan taraf signifikansi (α)=0,05.







Penyelesaian:

1)   Tinggi badan mahasiswa Pria berbeda Tinggi Badan Mahasiswa Perempuan

a)   Hipotesis Statistik:

                                Ho : µ1 = µ2
H1  : µ1 ≠ µ2

b)    Kriteria Uji:
-         Terima Ho pada (α) = 0,05, jika -t1-1/2 α <thit < t1-1/2 α
-         Harga ttabel untuk uji Dua Pihak: untuk α= 0,05;
dk=  n1+n2 – 2
t(1-1/2α) (n1+n2-2)                          
t(0,975)(18)= 2,10

          C) Rumus Statistik yang digunakan:
                            x - x 
               t=
                       s √1/n1 + 1/n2


d)   Perhitungan:

Dari Data dapat diperoleh harga-harga sebagai berikut:




Perhitungan Uji t:
No
Harga-harga untuk uji t



    
           165,90 – 163,50
  thit= 
          6,94√ 1/10 +1/10

      =  0,77. 
1.
n1= 10
n2= 10
2.
Rata-rata X1= 165,90
Rata-rata X2= 163,50
3.
Simpangan Baku:
X1 = 6,10                                                   
X2 = 7,68
4.
Variansi:
s21 = 37,21
s22 = 58,94
5.
s2gab = 48,075 (Sgab= 6,94)

e)   Hasil Uji Hipotesis:

t(0,975)(18)= -2,10 < thit= 0,77 <  t(0,975)(18)= 2,10;
Terima Ho, dengan demikian rata-rata tinggi mahasiswa pria sama dengan rata-rata tinggi mahasiswa perempuan.


Data:
Data hasil survei terhadap tinggi badan mahasiswa Prodi. Pendidikan Biologi diperoleh sebagai berikut:

No.Sampel
Tinggi Badan
Mhs Pria
Tinggi Badan
Mhs Perempuan
1
165.00
170.00
2
163.00
170.00
3
170.00
165.00
4
160.00
170.00
5
170.00
165.00
6
168.00
157.00
7
172.00
173.00
8
160.00
150.00
9
156.00
160.00
10
175.00
155.00

Pertanyaan:
1)   Buktikan hipotesis penelitian berikut: “tinggi badan mahasiswa pria berbeda dengan tinggi badan mahasiswa perempuan”
2)   Buktikan hipotesis penelitian berikut: “tinggi badan mahasiswa pria lebih tinggi dibandingkan tinggi badan mahasiswa perempuan”
Catatan: untuk pengujian gunakan taraf signifikansi (α)=0,05.







Penyelesaian:

1)   Tinggi badan mahasiswa Pria berbeda Tinggi Badan Mahasiswa Perempuan

a)   Hipotesis Statistik:

                                Ho : µ1 = µ2
H1  : µ1 ≠ µ2

b)    Kriteria Uji:
-         Terima Ho pada (α) = 0,05, jika -t1-1/2 α <thit < t1-1/2 α
-         Harga ttabel untuk uji Dua Pihak: untuk α= 0,05;
dk=  n1+n2 – 2
t(1-1/2α) (n1+n2-2)                          
t(0,975)(18)= 2,10

          C) Rumus Statistik yang digunakan:
                            x - x 
               t=
                       s √1/n1 + 1/n2


d)   Perhitungan:

Dari Data dapat diperoleh harga-harga sebagai berikut:




Perhitungan Uji t:
No
Harga-harga untuk uji t



    
           165,90 – 163,50
  thit= 
          6,94√ 1/10 +1/10

      =  0,77. 
1.
n1= 10
n2= 10
2.
Rata-rata X1= 165,90
Rata-rata X2= 163,50
3.
Simpangan Baku:
X1 = 6,10                                                   
X2 = 7,68
4.
Variansi:
s21 = 37,21
s22 = 58,94
5.
s2gab = 48,075 (Sgab= 6,94)

e)   Hasil Uji Hipotesis:

t(0,975)(18)= -2,10 < thit= 0,77 <  t(0,975)(18)= 2,10;
Terima Ho, dengan demikian rata-rata tinggi mahasiswa pria sama dengan rata-rata tinggi mahasiswa perempuan.

KODE GENETIK

Kode genetik disebut juga sebagai kodon. kodon merupakan suatu urutan basa molekul tertentu yang memiliki urutan dan kode tertentu yang nantinya diterjemahkan menjadi suatu asam amino/prtein fungsional. urutan empat pasang basa dalam DNA yang kemudian ditranskripsikan menjadi mRNA dapat mengontrol 20 asam amino. 

Kode genetik memiliki karakteristik sebagai beriku:
1. bersifat triplet nukleotida
2. tidak tumpang tindih/nonoverlaping
3. terjadi degenerasi (satu asam amino dikeode oleh lebih dari satu kodon)
4. memiliki kodon start dan stop
5. hampir universal

Degenerasi pada Kode Genetik

Degenerasi merupakan keadaan dimana kodon dapat mengkode satu atau lebih asam amino. Biasanya banyak kodon yang menentukan asam amino berbeda hanya dengan satu basa, yaitu basa ketiga. Degenerasi dapat terjadi secara pasrial (terjadi ketika basa ketiga dapat berupa salah satu dari dua basa purin/pirimidin), dan secara total (terjadi jika salah satu dari empat basa dapat berada pada posisi ketiga pada kodon) dan kodon menentukan asam amino yang sama. Misalnya GUU, GUC, GUA, GUG yang mengkode Valin.


Urutan Kode Genetik berubah. Tujuan dari perubahan urutan kode genetik yaitu untuk meminilkan efek mutasi. Pada kode genetik dikenal dengan istilah Wobble (Goyah) . Goyah terjadi pada ikatan pada basa ketiga kodon tidak kuat, sehingga terjadi goyah. Misalnya ada antikodon Guanin dapat berikatan dengan Urasil dan Citosin, Urasil dengan Adenin dan Guanin, Ileusin (I) berikatan dengan Adenin, Urasil dan Citosin. 

Kodon Inisiasi dan Terminasi
Tiga kodon terminasi UAA, UAG, dan UGA. Ketiga kodon ini dikenali oleh faktor pelepasan (Release Faktor). RF1 (UAA dan UGA) dan RF 2 (UAAdan UGA). 
Dua kodon inisiasi AUG dan GUG diikat oleh inisiator RNA. AUG diakui oleh tRNAmet dan GUG dikenali oleh tRNAvalin. 

SOAL DAN PEMBAHASAN MATERI GENETIKA (pewarisan sifat, mendel, interaksi gen, gen letal, pindah silang, dll)



BAB I
PELAKSANAAN MEWARISKAN SIFAT KETURUNAN
  1. Apakah yang dimaksud dengan :
  1. Bivalen
  2. Endosperm
  3. Gametogenesis
  4. Genom
  5. Kromatid
  6. Meiosis
  7. Mitosis
  8. Pembuahan ganda

LANJUTAN CONTOH UJI T TEST



d)   Perhitungan:

Dari Data dapat diperoleh harga-harga sebagai berikut:




Perhitungan Uji t:
No
Harga-harga untuk uji t



    
           165,90 – 163,50
  thit= 
          6,94√ 1/10 +1/10

      =  0,77. 
1.
n1= 10
n2= 10
2.
Rata-rata X1= 165,90
Rata-rata X2= 163,50
3.
Simpangan Baku:
X1 = 6,10                                                   
X2 = 7,68
4.
Variansi:
s21 = 37,21
s22 = 58,94
5.
s2gab = 48,075 (Sgab= 6,94)

e)   Hasil Uji Hipotesis:

t(0,975)(18)= -2,10 < thit= 0,77 <  t(0,975)(18)= 2,10;
Terima Ho, dengan demikian rata-rata tinggi mahasiswa pria sama dengan rata-rata tinggi mahasiswa perempuan.

UJI T-TEST (KOMPARASI)

1. UJI DUA PIHAK
DICIRIKAN PADA HIPOTESISNYA:
H0= DAYA TAHAN LAMPU MEREK A= MEREK B (TIDAK BEDA)
H,1= DAYA TAHAN LAMPU MEREK A TIDAK SAMA DENGAN MEREK B (BERBEDA)

2. UJI PIHAK KIRI
DICIKAN DENGAN HIPOTESIS NOL LEBIH BESAR ATAU SAMA DENGAN, DAN HIPOTESIS SATU/ALTERNATIFNYA LEBIH KECIL.

3. UJI PIHAK KANAN
DICIRIKAN DENGAN HIPOTESIS NOL LEBIH KECIL ATAU SAMA DENGAN, DAN HIPOTESIS ALTERNATIF/SATU LEBIH BESAR. MISAL

H0= DAYA TAHAN LAMPU MEREK A PALING LAMA.
H1= DAYA TAHAN LAMPU MEREK B LEBIH BESAR DARI MEREK A.

PANDUAN PEMBAYARAN UTBK TLMPT 2022 MELALUI SMS BANKING MANDIRI

 Pembayaran biaya UTBK LTMPT 2022 melalui Bank Mandiri dapat dilakukan pada channel Mandiri SMS Banking di seluruh wilayah Indonesia. Pandu...